BLOG RESMI GARUDA WISNU SATRIA MUDA

Sunday, 15 January 2017

sosok fenomenal BETARI DURGA recomendasi GWSM NEW




Betari Durga adalah seorang dewa perempuan asal jadinya Dewi Uma, Permaisuri Betara Guru (Dewa Siwa). Semasa masih bernama Dewi Uma, ia disayang oleh Betara Guru. Tetapi setelah terjadi persengketaan antara suami istri itu, Dewi Uma mengutuk Betara Guru hingga Betara Guru menjadi Bercaling seperti raksasa. Karena sangat murka, Betara Guru juga menyumpahi Dewi Uma hingga menjadi reksesi bernama Betari Durga. Betari Durga dititahkan menjadi istri Betara Kala. Betari Durga bertakhta di setragandamayit, yang berarti tempat pengasingan berbau mayat. Ia diberi kekuasaan untuk menganugerahkan segala prilaku jahat kepada yang memuja padanya.

Betari adalah sebutan bagi seorang dewa perempuan. Betari Durga bermuka Raksasa, bermata iblis, berhidung dampak, bermulut bernyih, bersanggul putri keling dengan garuda membelakang, berkalung ulur-ulur (rantai), tangannya bergelang pontoh dan keroncong dan hanya tangan depan yang bisa digerakkan. Sebagai pertanda kemuliaan, bagian bawah badannya dihiasi dengan bunga-bunga.
 Sosok ini lah yang akan saya pilih untuk menambah tokoh tokoh di Garuda Wisnu Satria Muda, Semua masih dalam pengerjaan saya pribadi dan masih bersifat privat, karna saya memiliki kejutan buat para anggota GWSM ataupun para fans dan pecinta seni,
 Tokoh ini di dalam seni manapun belum ada, bahkan saya brosing” di mbah google aja tidak ada tokoh tersebut hanya sebuah crita dan gambar wayang” bali ataupun wayang india.
 Saya menemukan 1 topeng itupun dengan tidak sengaja dan dari situlah muncul niat saya untuk merilis tokoh baru yang masih asing di kalangan seni, seperti layaknya pertama kali kami merekomendasikan tokoh JATAYU,ARSA WIJAYA dan HANOMAN
Saya lebih sering membuat sebuah tokoh yang masih asing ketimbang tokoh yang sudah populer karna niat saya mempublikasikan sebuah seni adalah hal yang sangat baik, itu bagi saya pribadi lho hehe


SALAM GARUDA FAMILIA seni tak akan mati

sejarah singkat burung GARUDA





Garuda kita kenal sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahukah kita semua kenapa burung Garuda dipilih sebagai lambang negara kita yang besar? Bagaimana asal-usul dan sosok sang Garuda dalam kepercayaan ataupun mitologi para nenek moyang dan pendiri bangsa kita?
Garuda dalam khasanah sejarah Nusantara muncul dalam berbagai mitologi yang diajarkan dalam agama Hindu. Garuda merupakan burung gagah perkasa yang diyakini sebagai tunggangan Dewa Wisnu. Pada masa pemerintahan Raja Airlangga di Kahuripan, untuk mengokohkan kedudukan politiknya, Airlangga dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu. Kemudian digambarkanlah Airlangga sebagai titisan Wisnu yang sedang mengendarai Garuda. Garuda Wisnu Kencana, simbolisasi itulah yang dipergunakan sebagai simbol Kerajaan Kahuripan. Lalu bagaimana asal-usul Garuda dalam kisah mitologi agama Hindu?
Alkisah di negeri dongeng, tersebutlah seorang guru nan bijaksana bernama Resi Kasyapa.  Resi ini memiliki dua orang istri yang bernama Kadru dan Winata. Masing-masing dikaruniai anak-anak berupa Naga dan Garuda. Meskipun sang resi sangat bijaksana dan bersikap adil terhadap kedua istrinya, namun Kadru senantiasa merasa cemburu terhadap Winata. Maka dalam setiap kesempatan ia senantiasa ingin menyingkirkan Winata dari perhatian dan lingkaran keluarga. Segala tabiat dan niat jahat seringkali dijalankan untuk menjauhkan Winata dari suami mereka.
Pada suatu ketika, para dewa mengaduk samudra purba dengan air suci amertha sari, air suci yang membawa keabadian bagi siapapun makhluk yang meminumnya. Bersamaan dengan peristiwa itu muncullah kuda yang bernama Ucaihsrawa. Didorong oleh rasa kecemburuan yang telah menahun, Kadru menantang Winata untuk bertaruh mengenai warna kuda Ucaihsrawa. Barang siapa yang kalah dalam pertaruhan tersebut, maka ia harus menjadi budak seumur hidup yang harus taat dan patuh terhadap apapun kehendak dan perintah sang pemenang. Dalam taruhan, Kadru bertaruh Ucaihsrawa berwarna hitam. Sedangkan Winata memilih warna putih.
Para Naga tahu bahwa kuda Ucaihsrawa sebenarnyalah berwarna putih. Mereka kemudian melaporkan hal tersebut kepada Kadru, ibunda mereka. Atas pelaporan para Naga, putranya, Kadru secara licik memerintahkan para Naga untuk menyemburkan bisa mereka ke tubuh kuda putih agar nampak seperti kuda hitam. Pada saat Ucaihsrawa tiba di hadapan Kadru dan Winata, nampaklah kuda yang dipertaruhkan berwarna hitam, bukan putih sebagaimana aslinya. Singkat cerita, Winata harus menjadi budak dan melayani segala perintah Kadru seumur hidupnya yang tersisa.
Sebagai anak yang sangat berbakti kepada ibundanya, Garuda merasa sangat marah atas kelicikan para Naga yang telah membuat kebohongan besar atas diri Winata. Dengan kemarahan meluap, diseranglah para Naga. Terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat di atas langit, antara Garuda dan para Naga. Dikarenakan kekuatan dan kesaktian diantara kedua kubu sama dan seimbang, maka perang itupun berlangsung sepanjang saat sebagai simbol keabadian pertempuran antara nilai kebaikan dan kebatilan.
Karena pertempuran berlangsung sekian lama panjangnya, para Naga bersedia memberikan pengampunan atas perbudakan terhadap Winata asalkan Garuda mampu memberikan tirta suci amertha sari yang dapat memberikan keabadian hidup mereka dan ibunya. Akhirnya sang Garuda menyanggupi apapun yang harus ia lakukan asalkan ia dapat membebaskan ibundanya.
Dalam pengembaraan pencarian tirta suci amertha sari, Garuda berjumpa dengan Dewa  Wisnu. Ketika dimintakan air suci tersebut, Wisnu mempersyaratkan akan memberikan air tersebut, asalkan  sang Garuda menyanggupi diri untuk menjadi tunggangan bagi Dewa Wisnu. Garuda selanjutnya mendapatkan tirta suci amertha sari yang ditempatkannya dalam wadah kamandalu bertali rumput ilalang.
Dengan air suci mertha sari, para Naga berniat mandi untuk segera mendapatkan keabadian hidup. Bersamaan dengan itu, Dewa Indra yang kebetulan melintas mengambil alih air suci. Dari wadah Kamandalu, tersisalah percikan air pada sisa tali ilalang. Tanpa berpikir panjang, percikan air pada ilalang tersebut dijilati oleh para Naga. Tali ilalang sangatlah tajam bagaikan sebuah mata pisau. Tatkala menjilati ilalang tersebut, terbelahlah lidah para Naga menjadi dua bagian. Inilah asal-usul kenapa seluruh keluarga besar Naga dan semua keturunannya memiliki lidah bercabang.
Kegigihan Garuda dalam membebaskan ibunda tercintanya dari belenggu perbudakan yang tidak mengenal rasa peri kemanusiaan inilah yang kemudian oleh para founding fathers kita diadopsi secara filosofis dan disimbolisasikan dalam lambang negara kita. Garuda bermakna sebagai simbol pembebasan ibu pertiwi dari belenggu perbudakan dan penjajahan. Dengan lambang Garuda yang gagah perkasa, para pendahulu berharap Indonesia akan menjadi bangsa besar yang bebas dalam menentukan nasib dan masa depannya sendiri
Unsur kesejarahan Garuda Wisnu Kencana ini mengilhami akan dibangunnya patung raksasa Garuda Wisnu Kencana di ujung selatan Pulau Dewata. Dengan rencana ketinggian patung sekitar 120 meter, patung tersebut kelak akan menjadi patung landmark tertinggi di dunia. Garuda Wisnu Kencana merupakan ikon dan landmark Pulau Bali, bahkan sudah tentu landmark bagi Indonesia. Megaproyek yang sudah dimulai di akhir masa Orde Baru ini hingga kini masih tersendat pembangunannya. Dari keseluruhan tubuh Garuda Wisnu Kencana baru beberapa bagian yang selesai terakit, diantaranya kepala Wisnu, kepala Garuda dan bagian tangan Wisnu.
Entah sampai kapan perwujudan landmark Garuda Wisnu Kencana itu dapat terwujud menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga menampilkan kegagahan lambang negara kita yang bisa mengilhami anak bangsa untuk lebih mencintai tanah ibu pertiwinya? Biarlah waktu yang angkat bicara.

JAUK MANIS



Jauk manis
Pulau Bali mendapat julukan sebagai “heaven of world” karena memiliki tempat wisata dengan keindahan alam yang mampu menarik wisatawan untuk berlibur ke pulau ini. Tidak hanya memiliki keindahan alam, Pulau Bali juga kaya akan hasil kesenian yang sudah melegenda hingga ke luar negeri, salah satunya seni tari seperti tari Kecak dan tari Barong. Selain kedua tari tersebut, seniman bali banyak menghasilkan karya tari yang sangat unik dan sarat akan makna seperti tari Jauk.
  Tari Jauk dibedakan menjadi dua jenis yakni tari Jauk Manis dan tari Jauk Keras. Walaupun kostum yang digunakan sama, kedua jenis tari memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Tari Jauk Manis memakai topeng yang berwarna putih, sedangkan tari jauk keras memakai topeng berwarna merah. Gerakan tari Jauk Manis lebih flesibel dan berwibawa, sedangkan tari Jauk Keras memiliki gerakan tari yang beringas dan cepat. Pada kesempatan ini www.longtripmania.org hanya membahas tentang tari Jauk Manis, untuk tari jauk keras akan dibahas pada postingan berikutnya.
Tari Jauk Manis




Tari Jauk Manis merupakan salah satu tari Bali yang masuk kategori sebagai tari balih-balihan. Tari balih-balihan adalah jenis tarian yang bersifat non-religius dan cenderung menghibur, sehingga tari ini sering ditarikan dalam acara penyambutan, festival, pertunjukan, dan acara lainnya. Selain sebagai tari balih-balihan, tari jauk manis juga termasuk tari tunggal yakni sebuah tarian yang ditarikan secara individu atau perorangan.

Tari Jauk Manis merupakan tari anonim, yaitu sebuah karya yang tidak diketahui penciptanya. Tarian ini menggabarkan seorang raja yang sedang berkelana, sehingga tarian ini memiliki gerakan yang beringas, berwibawa, lemah lembut dan tentunya gerakan lebih fleksibel daripada tari Jauk Keras. Tari Jauk Manis memiliki kostum seperti tari Baris, hanya saja tari Jauk Manis menggunakan topeng yang berwarna putih, gelungan (mahkota raja), dan sarung tangan dengan kuku yang panjang. Secara lengkap buasana yang digunakan dalam pementasan tari Jauk Manis yakni celana panjang berwarna putih, stewel, kamben putih, baju, srimping, keris, awiran, lamak, badong, gelungan, dan topeng berwarna putih.
   Tari Jauk Manis memiliki makna bahwa seorang raja atau pemimpin harus mampu melindungi rakyatnya, di mana seorang raja bisa belaku beringas (tegas) sehingga ditakui oleh musuh-musuhnya dan berlaku lemah lembut sehingga dihormati dan dikagumi oleh rakyatnya. Hal ini dapat lihat gerakan tari Jauk Manis itu sendiri, kadang-kadang beringas dan kadang-kadang lemah lembut. Nah itu sekilas tentang tari Jauk Manis, dan tentunya masih banyak  baik itu yang sudah terkenal maupun yang belum diketahui oleh kebanyakan orang karena kurangnya publikasi mengenai tarian tersebut..

TOPENG TUA





Tari topeng merupakan bagian drama tari tradisional Bali. Selain dipentaskan sebagai pertunjukan hiburan, ada pula jenis tari topeng yang menjadi pelengkap dari upacara keagamaan. Salah satu tari topeng yang memiliki fungsi dalam kedua hal tersebut adalah tari topeng tua, yang disebut juga tari werda lumaku.


 Tari topeng tua menampilkan seorang penari dengan busana yang megah dan mengenakan topeng kayu dari kayu ylang-ylang. Dari raut wajahnya, terlihat tokoh yang diperankan adalah pria berusia senja.

Saat pertunjukan, sang penari akan berjalan mengelilingi panggung dan menari dengan gerakan yang lambat. Sesekali, sang penari menghela napas putus-putus dan membuat gerakan menyapu keringat dari topengnya dengan gaya jenaka. Koreografi yang dibawakan penari menggambarkan sang pria tua sedang terkenang akan masa mudanya.

Sebagai tari yang memiliki nilai kesakralan, tari topeng tua biasanya dipentaskan dalam ritual peringatan piodalan. Pada peringatan yang diadakan setiap 6 bulan dalam sistem penanggalan Bali tersebut, tari ini akan dipentaskan bersama dengan jenis tari topeng lainnya yang menjadi satu kesatuan dengan sebutan topeng panca. Selain topeng tua, topeng panca terdiri dari topeng dalem, topeng keras, topeng keras bues, dan tokoh penasar (penutur cerita). Selain dipentaskan sebagai bagian dari ritual keagamaan, tari topeng tua dan beberapa komponen topeng panca lainnya juga dipentaskan dalam format yang lebih singkat sebagai tari non-ritual.

Selain menjadi bagian dari topeng panca, tari topeng tua pun ditampilkan sebagai pembuka tari sakral lainnya, yaitu tari topeng pajegan. Tari topeng pajegan hanya dipertunjukan pada upacara keagamaan. Selain itu, semua tokoh yang ada dalam pertunjukan tari ini dibawakan oleh seorang penari. Sang penari akan memerankan tokoh-tokoh berbeda dengan tampilan topeng, penutup kepala, serta gestur yang berbeda.

Saturday, 14 January 2017

GWSM




   Garuda Wisnu di dirikan pada tanggal 24 July 2016 oleh sekelompok pemuda, Terinspirasi dari Seni” Tradisional yang lain,,Awal mula pembangunan seni bukan lah hal yang mudah,butuh perjuangan yang amat sangat super ektra karna seni Garuda Wisnu terlahir tanpa bekal,warisan,dan bimbingan, Garuda Wisnu terlahir dari sebuah angan” semata, Sebelumnya di desa Garuda Wisnu tidak ada seni ataupun seniman sebelumnya, Jadi muntlak Garuda Wisnu lahir dari 0 tanpa bekal,warisan,dan bimbingan,
Kala itu 4 pemuda yang sebelumnya tidak tau arti sebuah seni dengan nekat,dan keinginan yang kuat merekomendasikan sebuah seni di salah satu desa Sumberarum, mereka berharap apa yang mereka ingini mendapat restu dari para sesepuh desa, Tapi alhasil bukan lah restu yang mereka dapat namun hanya jawaban kosong yang mereka trima. Mereka bukan malah berhenti untuk berangan” namun malah semakin gencar untuk membuktikan bahwa “kami mampu” mendirikan sebuah kesenian dengan tangan kreatif mereka. Dalam kurun waktu perenungan selama 2 bulan mereka pun nekat untuk benar” mewujudkan sebuah mahakarya,dengan bekal dan kemampuan seadanya mereka kompak membuat sebuah tokoh dengan tangan trampil mereka sendiri, sebelumnya mereka tidak pernah sedikitpun memegang alat” seperti :
Palu, tatah, gergaji dll,dengan kebingungan mereka sedikit demi sedikit belajar memahat selang waktu 2 minggu tokoh utama pun terwujud sebuah rangda atau dengan nama khasnya LEAK, tapi bukan leak Garuda Wisnu yang sekarang namun leak yang dulu mereka buat jauh di atas rata” ya maklum lah namanya juga membuat sendiri ya pasti bentuknya amburadul tapel rangda atau topeng rangda itu sekarang di musiumkan di kutoarjo oleh bpk.Muhlani
tokoh yang ke 2 jadi dengan selang waktu 1 minggu yaitu topeng tua,topeng tua yang pertama mereka buat sekarang di musiumkan di rumah Bpk.Edi Santoso.1 bulan setelahnya mereka membuat tokoh topeng tua lagi yang sampai saat ini masih mereka mainkan
Tokoh yang ke 3 yaitu Jatayu sebuah tokoh yang berbentuk burung adalah sebuah hasil tangan dari 4 pemuda itu dan sampai sekarang masih mereka mainkan. Tokoh jatayu ini adah topeng tertua di GWSM karna dari awal pembuatan sampai sekarang tidak pernah di upgrade. Dan katanya tokoh ini  yang pertama kali memperkenalkan di sebuah kesenian Magelangan atau pun temanggungan adalah GWSM, bakan saya lho yang menilai tapi beberapa orang dari berbagai nama komunitas pecinta seni
Tokoh ke 4 terwujud sebuah Jauk Manis, selang waktu 3 bulan si jongki jauk manis di sertai beberapa personil GWSM membuat lagi sebuah tokoh jauk manis,karna jauk manis yang pertama mereka buat menurut mereka kurang bagus,dan sampai sekarang pun si Jauk Manis yang ke 2 itu masih Eksis menari sesuai dengan peran nya. Tokoh jauk manis yang pertama kali mereka buat sekarang tidak tau keberadaannya. Sebenarnya sayang juga tokoh ini hilang karna di kemudian hari bisa menjadikan sebuah kenangan buat yang bersangkutan (pembuat).
Tokoh ke 4 mereka merintis sebuah hanoman bali tapi sayangnya tokoh ini tidak pernah muncul karena tidak enak di pakai katanya. Lalu mereka pun membuat yang sesimpel dan se enak mungkin namun tetap standar dan tokoh itu  pun sampai sekarang masih ada.

Ciri khas dari GWSM terletak pada tokoh Jatayu dan Hanoman sejauh mata saya memandang di kesenian lain tidak ada 2 tokoh itu,tapi beberapa bulan terakhir saya melihat ada seni” tertentu yang memasukkan Jatayu di dalam skenario mereka kalau hanoman bali saya belum pernah lihat. Tapi kalu di bali sana sering saya lihat di youtube hhhha
Ok sob itulah cerita singkat dalam pembuatan tokoh GWSM di waktu sulit dulu,kami bukan bermaksut pamer atau apalah kami hanya ingin merekomendasikan sejarah munculnya GWSM, masih banyak lagi sejarah” yang menurut kami penting dan tak akan di lupakan tapi saya capek nulisnya hehe udah malam juga,,ok lah kita sambung di waktu luang saya dengan isi “merintis musik,mencari anggota,belajar nari,melawan pertentangan warga dll,kalu saya tulis dalam 1 artikel kepanjangan sob hehe

Featured post

Hasil rapat anak" GWSM yang di selenggarakan beberapa minggu lalu menghasilkan beberapa point" penting untuk kemajuan Garuda Wi...